Kali ini saya memposting tentang Internet Protokol Versi 6 (IPv6) dengan format WORD & PDF.
INTERNET
PROTOCOL VERSI 6 (Ipv6)
OLEH :
NAMA : RAHMAD SYAHPUTRA RANGKUTI
NIM : 14410010
JURUSAN : TEKNIK KOMPUTER
TEKNIK
KOMPUTER 14.01
POLITEKNIK
LP3I MEDAN
T.A 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Segala puji
kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Laporan
Tugas Jaringan Komputer dengan judul “Internet
Protocol Versi 6 (Ipv6) di Indonesia” dapat diselesaikan. penyusunan
laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban guna melengkapi syarat
mengikuti Ujian akhir semester mata kuliah Jaringan Komputer.
Penulis tidak
akan mampu menyelesaikan laporan tanpa bantuan dari pihak-pihak yang telah
memberikan bantuan baik secara langsung mapun tidak langsung. Pada kesempatan
ini Penulis
Mengucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada:
1. Bapak Salman Kalista, Selaku Dosen
Jaringan Komputer Di Politeknik LP3i Medan
2. Teman Teman dari Kelas / Jurusan
Teknik Komputer 14.01 dan semua pihak yang telah membantu pembuatan Laporan Akhir Jaringan
Komputer ini
Saya
menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan baik dalam
pengolahan data maupun dalam sistematika penulisan laporan.saya juga
mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan dan penyempurnaan laporan ini, semoga laporan Tugas Jaringan Komputer ini bermanfaat bagi
penulis pada khususnya dan pembaca pada umunya.
Medan,
06 Februari 2016
Penulis
RAHMAD
SYAHPUTRA RANGKUTI
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL.........................................................................................................................
KATA
PENGANTAR…...................................................................................................................
DAFTAR
ISI…..................................................................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN…............................................................................................................
1.1 Latar
Belakang….............................................................................................................
1.2 Batasan Masalah…..........................................................................................................
1.3 Metode
Penelitian............................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN..................................................................................................................
2.1 Definisi IPv6…................................................................................................................
2.2 Format IPv6….................................................................................................................
2.3 Penyederhanaan Bentuk Alamat IPv6.............................................................................
2.4 Perubahan Dari IPv4 ke IPv6….......................................................................................
2.5 Jenis – Jenis IPv6….........................................................................................................
2.6 Keunggulan IPv6….........................................................................................................
2.7 Kelemahan IPv6...............................................................................................................
BAB
III PENUTUP………………………………………………………………………...............
DAFTAR
PUSTAKA….…….…………………………………………………………………......
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tren
Internet saat ini adalah peningkatan dalam koneksi yang selalu tersedia,
peningkatan peralatan yang menggunakan alamat IP, kebutuhan akan alamat IP
publik/global, serta berkurangnya biaya koneksi. Tren ini akan mengakibatkan
krisis alamat IP, yang kemudian diselesaikan dengan teknologi IPv6.
Dalam perspektif bisnis,
implementasi IPv6 memungkinkan penghematan biaya operasi jaringan, seperti
konfigurasi alamat otomatis dan ketidakterbatasan alamat IP, serta memungkinkan
sumber pendapatan baru dari VoIP serta P2P. Keunggulan ini bukan tanpa
hambatan. Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak),
pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab
masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4. Tetap beroperasi pada teknologi
IPv4 murni akan mengakibatkan biaya operasi yang semakin tinggi di masa yang
akan datang. Teknologi tua dan kelangkaan alamat akan menimbulkan biaya
kesempatan (opportunity cost) yang semakin lama semakin besar daripada biaya
migrasi ke IPv6.
Keputusan untuk melakukan migrasi ke
IPv6 masih berada pada posisi yang seimbang. Secara teknis, IPv6 memperbaiki
banyak hal yang dihadapi saat ini. Tetapi secara bisnis, masih terlalu dini
untuk memperkirakan biaya migrasi untuk mencapai tingkat penggunaan IPv6 yang
optimal. Dalam jangka panjang, IPv6 akan menggantikan IPv4 secara global karena
keunggulannya, dan mau tidak mau, kita harus mulai memahami konsekuensi teknis
dan bisnis dari teknologi ini.
1.2 Batasan
Masalah
Kajian mengenai analisis dan desain
TCP/IPv6 sangat luas, namun karena keterbatasan waktu, sumber, tenaga, dan
fikiran, maka penulis membatasi permasalahan pada pengertian IPv6, format IPv6,
penyederhanaan IPv6, perubahan dari IPv4 ke IPv6, jenis-jenis IPv6 , keunggulan
IPv6, kelemahan IPv6, dan Perbandingan IPv6 dengan IPv4.
A. Rumusan
Masalah
1. Apakah
pengertian dari IPv6 ?
2. Bagaimana
format IPv6 ?
3. Bagaimana
cara menyrderhanakan format IPv6 ?
4. Mengapa
terjadi perubahan dari IPv4 ke IPv6 ?
5. Apa saja
jenis-jenis IPV6 ?
6. Apa
keunggulan dari IPv6 ?
7. Apa kelemahan
dari IPv6 ?
8. Seperti apa
perbandingan dari IPv4 dengan IPv6 ?
B.
Kegunaan Penulisan Makalah
- Sebagai tugas kelompok dalam perkuliahan analisis dan desain sistem jaringan .
- Memberi pengetahuan kepada pembaca tentang TCP/IPv6
1.3 Metode Penelitian
Dalam Penyusunan tugas akhir ini digunakan metode penulisan metode Studi Literatur
1.
Metode Studi Literatur dimaksudkan untuk memperoleh dan
mempelajari data-data
2.
Sebagai sumber acuan dan pendalaman landasan teori dalam
proses pembuatan
laporan.
3.
Referensi juga diperoleh dari internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
IPv6
Alamat IP
versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan
jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP
versi 6. Standar Internet Protocol generasi baru ini mulai dibentuk
sejak tahun 1994. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan memiliki kombinasi
alamat sebanyak 2^64^6 untuk host komputer di seluruh dunia, cukup untuk
memberikan setiap orang di dunia ini dengan sebuah alamat IP yang unik. Selain
itu, IPv6 juga telah memiliki fitur keamanan yang lebih baik daripada IPv4.
Struktur jaringan IPv6 pun lebih fleksibel daripada struktur yang ada saat ini,
karena masing-masing titik dapat mengalokasikan alamatnya masing-masing. Contoh
alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
IPv6
merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit
memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi
berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan
otomotif). Aspek keamanan dan kualitas layanan yang telah terintegrasi. Desain
autokonfigurasi IPv6 dan strukturnya yang berhirarki memungkinkan dukungan
terhadap komunikasi bergerak tanpa memutuskan komunikasi end-to-end. IPv6
memungkinkan komunikasi peer-to-peer tanpa melalui NAT, sehingga memudahkan
proses kolaborasi / komunikasi end-to-end: manusia ke manusia, mesin ke mesin,
manusia ke mesin dan sebaliknya.
2.2
Format IPv6
Dalam IPv6,
alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat
dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok
bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:).
Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal
format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010
angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran
16-bit, untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal
format, yaitu seperti berikut:
0010000111011010
0000000011010011
0000000000000000
0010111100111011
0000000011111111
1111111000101000
1001110001011010
lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam
bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan
dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
2.3
Penyerdehanaan bentuk alamat IPv6
Ada dua cara dalam menyederhanakan
alamat IPv6 :
1.
Dengan membuang angka 0 pada awal
setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit
terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
disederhanakan menjadi: 21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
2.
Selanjutnya, dengan membuang semua
karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6
yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung
beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan
dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Contoh dari alamat
FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 disederhanakan menjadi : FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2
Contoh lain : FF02:0:0:0:0:0:0:2 menjadi FF02::2.
Namun, untuk
menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya
hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya
pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh
setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat tersebut.
Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.
Untuk
menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan
tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan
menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang
kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16.
Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan
blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.
2.4
Perubahan Dari IPv4 ke IPv6
Perubahan dari IPv4 ke IPv6 pada
dasarnya terjadi karena beberapa hal yang dikelompokkan dalam kategori berikut
:
A. Kapasitas
Perluasan Alamat
IPv6 meningkatkan ukuran dan jumlah
alamat yang mampu didukung oleh IPv4 dari 32 bit menjadi 128bit. Peningkatan
kapasitas alamat ini digunakan untuk mendukung peningkatan hirarki atau
kelompok pengalamatan, peningkatan jumlah atau kapasitas alamat yang dapat
dialokasikan dan diberikan pada node dan mempermudah konfigurasi alamat
pada node sehingga dapat dilakukan secara otomatis. Peningkatan
skalabilitas juga dilakukan pada routing multicast dengan meningkatkan
cakupan dan jumlah pada alamat multicast. IPv6 ini selain meningkatkan
jumlah kapasitas alamat yang dapat dialokasikan pada node juga
mengenalkan jenis atau tipe alamat baru, yaitu alamat anycast. Tipe
alamat anycast ini didefinisikan dan digunakan untuk mengirimkan paket
ke salah satu dari kumpulan node.
B. Penyederhanaan
Format Header
Beberapa kolom pada header IPv4
telah dihilangkan atau dapat dibuat sebagai header pilihan. Hal ini
digunakan untuk mengurangi biaya pemrosesan hal-hal yang umum pada penanganan
paket IPv6 dan membatasi biaya bandwidth pada header IPv6. Dengan
demikian, pemerosesan header pada paket IPv6 dapat dilakukan secara
efisien.
C. Option dan
Extension Header
Perubahan yang terjadi pada header–header
IP yaitu dengan adanya pengkodean header Options (pilihan) pada IP
dimasukkan agar lebih efisien dalam penerusan paket (packet forwarding),
agar tidak terlalu ketat dalam pembatasan panjang header pilihan yang
terdapat dalam paket IPv6 dan sangat fleksibel/dimungkinkan untuk mengenalkan header
pilihan baru pada masa akan datang.
D. Kemampuan
Pelabelan Aliran Paket
Kemampuan atau fitur baru
ditambahkan pada IPv6 ini adalah memungkinkan pelabelan paket atau
pengklasifikasikan paket yang meminta penanganan khusus, seperti kualitas mutu
layanan tertentu (QoS) atau real-time.
E. Autentifikasi
dan Kemampuan Privasi
Kemampuan tambahan untuk mendukung
autentifikasi, integritas data dan data penting juga dispesifikasikan dalam
alamat IPv6. Perubahan terbesar pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32
bit pada IPv4 menjadi 128 bit.128 bit ini adalah ruang address yang kontinyu
dengan menghilangkan konsep kelas. Selain itu juga dilakukan perubahan pada
cara penulisan IP address. Jika pada IPv4 32 bit dibagi menjadi masing-masing 8
bit yang dipisah kan dengan “.” dan di tuliskan dengan angka desimal, maka pada
IPv6, 128 bit tersebut dipisahkan menjadi masing-masing 16 bit yang tiap bagian
dipisahkan dengan “:”dan dituliskan dengan hexadesimal. Selain itu
diperkenalkan pula struktur bertingkat agar pengelolaan routing menjadi mudah.
Pada CIDR (Classless Interdomain Routing) table routing diperkecil dengan
menggabungkan jadi satu informasi routing dari sebuah organisasi.
2.5
Jenis – jenis IPv6
A.
Unicast Address (one-to-one)
Pengalamatan unicast mirip dengan
IPv4 yaitu dengan sekumpulan alamat dengan sejumlah bit kontinyu yang sama
sesuai dengan alamat subnet-nya dan Class-less Interdomain Routing (CIDR). Ada
banyak jenis pengalamatan unicast pada IPv6 sesuai dengan tipenya seperti :
1.
Alamat Link Local : alamat yang
digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local yang saling tersambung dalam
satu level .
2.
Alamat Site Local : setara dengan
alamat privat, yang dopakai terbatas dalam satu site sehingga terbatas
penggunaanya hanya didalam satu site sehingga tidak dapat digunakan untuk
mengirimkan alamat diluar site ini
3.
Alamat Global : alamat yang dipakai
misalnya untuk ISP (Internet Service Provider)
B. Multicast
(One-to-Many)
Alamat multicast IPv6 digunakan
sebagai identitas sebuah group node. Jika packet dikirim ke alamat multicast,
maka packet tersebut akan diterima oleh semua node anggota dari group tersebut.
Sebuah node dapat menjadi anggota banyak group multicast.
C. Anycast
Address
Pengalamatan anycast digunakan untuk
mengirimkan packet ke salah satu anggota dari anycast yang terdekat. Jadi
sebuah alamat anycast digunakan oleh beberapa interface dan setiap packet
anycast akan terkirim ke interface anggota yang terdekat. Model pengalamatan
pada anycast hampir sama dengan model unicast. Jadi secara sintaksis alamat
anycast sama saja dengan unicast, hanya saja sebuah alamat anycast digunakan
oleh lebih dari 1 host. Syarat dari pengalamatan anycast:
1. Sebuah
alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat sumber dari sebuah packet
IPv6.
- Sebuah alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat interface pada router.
2.6
Keunggulan IPv6
A. Jumlah IP
Address yang sangat banyak
Seperti yang
telah diketahui, pada IPv4 panjang satu alamat IP-nya adalah 32 bit yang
berarti dapat menyediakan alamat IP sebanyak 4.294.967.296. mungkin jika
dilihat sepintas jumlah tersebut sudah banyak, tetapi karena implementasi
tertentu dalam penggunaanya pada kenyataanya jumlah IP tersebut masih kurang
jika digunakan untuk membuat jaringan pada seluruh dunia ini. Berbeda dengan
IPv6, IPv6 pada satu alamat IP-nya panjangnya 128 bit atau dengan kata lain
dapat menyediakan alamat IP sebanyak 3.4 x 1038. Jumlah tersebut sangatlah
besar sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan IP pada beberapa tahun
mendatang.
B. Autoconfiguration
IPv6 dirancang agar penggunanya
tidak dipusingkan dengan konfigurasi Ip address. Komputer pengguna yang
terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari
router, sehingga nantinya DHCP server tidak diperlukan lagi. Autoconfiguration
nantinya sangat berguna bagi peralatan mobile internet karena pengguna tidak
direpotkan dengan konfigurasi sewaktu berpindah tempat dan jaringan.
C. Security
IPv6 telah dilengkapi dengan
protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah memiliki security yang optimal
bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan keamanan, misalnya saja transaksi e-banking.
Disamping itu, IPSec dalam Ipv6 merupakan protokol keamanan yang paling andal
saat ini. Dimana ia menggunakan teknik enkripsi yang rumit sehingga sulit
ditebak oleh hacker yang akan membaca data yang dilewatkan.
D. Quality of
Service.
IPv6 memiliki protokol QoS yang
terintegrasi dengan baik, sehingga semua aplikasi yang berjalan diatas Ipv6
memiliki jaminan QoS, terutama bagi aplikasi yang sensitive terhadap delay
seperti VoIP dan streaming video.
Otomatisasi berbagai setting /
Stateless-less auto-configuration (plug&play) Addresspada IPv4 pada
dasarnya statis terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada host.
Memang saat ini hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4
merupakan fungsi tambahan saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk mensetting
secara otomatis disediakan secara standar dan merupakan defaultnya. Pada
setting otomatis ini terdapat 2 cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting
otomatis stateless dan statefull.
- Setting Otomatis Statefull
Cara pengelolaan secara ketat dalam
hal range IP address yang diberikan pada host dengan menyediakan server untuk
pengelolaan keadaan IP address, dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP
pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang
dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message
Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk pula IGMP
(Internet Group management Protocol) yang dipakai pada multicast pada IPv4.
- Setting Otomatis Stateless
Pada cara ini tidak perlu
menyediakan server untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya mensetting
router saja dimana host yang telah tersambung di jaringan dari router yang ada
pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringan tersebut.
Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi yang unik
terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan menjadikannya
sebagai IP address dari host tersebut. Pada informasi unik bagi host ini,
digunakan antara lain address MAC dari jaringan interface. Pada setting
otomatis stateless ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI
karena perlu memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap
satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu
efisiensi penggunaan address yang buruk.
2.7
Kelemahan Ipv6
·
Operasi IPv6 membutuhkan perubahan
perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
·
Harus ada pelatihan tambahan, serta
kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6
yang berjalan di atas IPv4.
A. Perbandingan IPv4
dan IPv6
|
IPv4
|
IPv6
|
|
Pengalamatan lebih sedikit.
|
Memungkinkan pengalamatan lebih banyak.
|
|
Panjang alamat 32 bit (4 bytes)
|
Panjang alamat 128 bit (16 bytes)
|
|
Dikonfigurasi secara manual atau DHCP
|
IPv4 Tidak harus dikonfigurasi secara manual, bisa
menggunakan address autoconfiguration
|
|
Dukungan terhadap IPSec opsional
|
Dukungan terhadap IPSec dibutuhkan
|
|
Header mengandung option.
|
Data opsional dimasukkan seluruhnya ke dalam
extensions header.
|
|
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan
harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
|
Paket link-layer harus mendukung ukuran paket 1280
byte dan harus bisa menyusun
kembali paket berukuran 1500 byte |
|
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada
router, menurunkan kinerja router.
|
Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim.
|
|
Checksum termasuk pada header.
|
Cheksum tidak masuk dalam header.
|
|
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk
menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer.
|
ARP Request telah digantikan oleh Neighbor
Solitcitation secara multicast.
|
|
Untuk mengelola keanggotaan grup pada subnet lokal
digunakan Internet Group Management Protocol (IGMP).
|
IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast
Listener Discovery (MLD).
|
Header IPv6
Penjelasannya :
Paket IPv6 terdiri dari dua bagian yaitu: Paket Header dan
Paket Payload.
Ukuran paket Header terdiri dari 40 oktet (320 bit) yang terdiri
dari:
- Versi, 4 bit
- Traffic class, 8 bit
- Label Flow, 20 bit
- Panjang Payload, 16 bit
- Header berikutnya, 8 bit
- Batasan hop, 8 bit
- Alamat tujuan, 128 bit
- Alamat asal, 128 bit
Ukuran
panjang Payload adalah 16 bit dan bisa membawa maksimum 65535 oktet.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Alamat IP
versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan
jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP
versi 6.
IPv6
merupakan solusi bagi keterbatasan alamat IPv4 (32 bit). IPv6 dengan 128 bit
memungkinkan pengalamatan yang lebih banyak, yang memungkinkan IP-nisasi
berbagai perangkat (PDA, handphone, perangkat rumah tangga, perlengkapan
otomotif).
Adapun jenis-jenis IPv6 , yakni sebagai berikut:
1.
Alamat Unicast dapat
diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat diantaranya, alamat unicast
global, unicast site-local, unicast link-local, special, compability, NSAP.
2.
Alamat Multicast, yaitu
alamat yang digunakan dalam komunikasi one-to-many. Prefiks alamat yang
digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah FF00::/8. Dan alamat
multicast ini memiliki skup.
3.
Alamat Anycast,
yaitu alamat yang digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat
ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan
diberikan hanya kepada router,
bukan kepada host-host biasa.
Diantara
kelebihan IPv6 yaitu Jumlah IP Address yang sangat banyak, Autoconfiguration,
Security
Quality of Service.
Sedangkan
kekuranganya, operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau
lunak) yang baru yang mendukungnya. Harus ada pelatihan tambahan, serta
kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6
yang berjalan di atas IPv4.
DAFTAR PUSTAKA
- http://belajaripv6.wordpress.com/
- http://lenijayanti.wordpress.com/2013/02/08/header-ipv4-dan-ipv6/
- http://anisanoviasari.wordpress.com/2014/12/03/83/
